Tahapan-tahapan Persalinan dan yang terjadi pada sang IBU

Tahapan persalinan terbagi menjadi 4 tahapan yaitu: tahapan pertama (pembukaan);
tahapan kedua (pengeluaran janin) tahapan ketiga (pengeluaran 25 plasenta); dan tahapan keempat (observasi). Tahapan persalinan meliputi 4 tahapan.tahapan pertama adalah Dinamakan tahapan pembukaan, pada tahapan ini serviks membuka sampai terjadi pembukaan 10 cm. Proses membukanya serviks dibagi atas 2 tahapan: a. tahapan laten berlangsung selama 7-8 jam pembukaan terjadi sangat lambat sampai mencapai ukuran diameter 3cm b) tahapan aktif dibagi dalam 3 tahapan yaitu tahapan akselerasi dalam waktu 2 jam, pembukaan 3cm tadi menjadi 4cm dan tahapan dilatasi maksimal dalam waktu 2 jam pembukaan berlangsung sangat cepat dari 4cm menjadi 9cm dan tahapan deselerasi pembukaan menjadi lambat kembali dalam waktu 2 jam pembukaan dari 9cm menjadi lengkap 10cm.

 tahapan pertama ini selesai apabila pembukaan serviks uteri telah lengkap. Pada primigravida tahapan satu berlangsung kira-kira 12 jam sedang pada multigravida 8 jam. Pembukaan primigravida 1cm tiap jam dan multigravida 2cm tiap jam. inpartu ditandai dengan keluarnya lendir bercampur darah karena serviks mulai membuka dan mendatar. Darah berasal dari pembuluh darah kapiler sekitar kanalis servikalis karena pergeseran-pergeseran ketika serviks mendatar dan membuka.

Tahapan kedua tahapan pengeluaran karena berkat kekuatan his dan kekuatan mengedan janin didorong keluar sampai lahir. tahapan ini berlangsung 1,5 jam pada primigravida dan 0,5 jam pada multipara. Menurut Wiknjosastro gejala dan tanda tahapan kedua persalinan adalah: a) Ibu merasa ingin meneran bersamaan adanya kontraksi b) Ibu merasakan adanya peningkatan tekanan pada rektum dan/atau vaginanya c) Vulva-vagina dan sfingter ani membuka d) Meningkatnya pengeluaran lender bercampur darah.

"Baca Juga: FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERSALINAN MENURUT PERAWAT"

Tahapan ketiga tahapan uri/plasenta terlepas dari dinding uterus dan dilahirkan. Prosesnya 6-15 menit setelah bayi lahir. Menurut Sulistyawati dan Nugraheny  lepasnya plasenta sudah dapat diperkirakan dengan memperhatikan tanda-tanda sebagai berikut: a) Uterus mulai membentuk bundar b) Uterus terdorong ke atas, karena plasenta dilepas ke segmen bawah rahim c) Tali pusat bertambah panjang d) Terjadi perdarahan.

tahapan keempat Observasi dilakukan mulai lahirnya plasenta selama 1 jam, hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya 27 pendarahan postpartum. Observasi yang dilakukan melihat tingkat kesadaran penderita, pemeriksaan tanda-tanda vital (tekanan darah, nadi dan pernapasan), kontraksi uterus dan terjadinya perdarahan. Menurut Sulisetyawati dan Nugraheny (2010) tahapan empat mulai dari lahirnya plasenta selama 1-2 jam.
tahapan keempat  dilakukan observasi terhadap perdarahan pascapersalinan, paling sering terjadi 2 jam pertama. Observasi yang dilakukan adalah sebagai berikut: a) Tingkat kesadaran pasien b) Pemeriksaan tanda-tanda vital: tekanan darah, nadi, suhu, dan pernafasan c) Kontraksi uterus d) Terjadinya perdarahan. Perdarahan dianggap masih normal bila jumlahnya tidak melebihi 400-500 cc.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Tahapan-tahapan Persalinan dan yang terjadi pada sang IBU"

Post a Comment

Perawat adalah simbol sebagai saksi terjadinya kehidupan baru

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel